Selasa, 24 April 2012

Tony Q Rastafara "Rambut Gimbal"


                                                                    "RAMBUT GIMBAL"


rambut gimbal
G F
tampangnya lusuh tak pernah kenal sisiran
G F
rambut gimbal…
G F
kalo salah terka pikirannya orang gila
G F
rambut gimbal, yaya ya ya ya…
G C
istilah bule dreadlocks rasta
G C
dreadlocks rasta dreadlocks rasta
G
kalo kau asik mendengar musik mereka
F
pasti kan terasa ingin berdansa
G
kalo kau mencoba bergoyang rasta
F G
inilah musik goyang jamaika
F G
goyang jamaika goyang jamaika
G F G F G
F
rambut gimbal
G F
tampangnya kumuh penampilan agak berbeda
G F
rambut gimbal ya ya ya…
G F
Bob Marley raja music Reggae si rambut gimbal
G F
rambut gimbal, yaya ya ya ya…
G C
istilah bule dreadlocks rasta
G C
dreadlocks rasta dreadlocks rasta
G
janganlah kamu memandang curiga
F
kalo memang ada orang gila rambut gimbal
G
lihat-lihat dieng jawa
F G
Si rambut gimbal punya legenda
F G
punya cerita punya legenda 


                                                                                                                 BY :TONY Q RASTAFARA

The Paps "Perlahan Tenang"

Jauh dari nyata
Padam sejenak realita
Aku ingin sesuatu yang berbeda
Lepas dari keseharian yang ada
Bawa aku melintas cahaya
Dan pecah menembus asap nirwana
Rasakan seluruh semesta
Berdansa menari bersama
Nikmati semua yg ada tertawa tak terhingga
Nikmati semua yg ada tertawa tak terhingga
Nikmati semua yg ada tertawa tak terhingga
Nikmati semua yg ada tertawa tak terhingga
Biarkan perlahan tenang di jiwa
Dan biarkan perlahan tenang di jiwamu
Dan biarkan perlahan tenang di jiwa
Dan biarkan perlahan tenang di jiwa kita semua 



                                                                                                                               BY :THE PAPS

Jumat, 20 April 2012

Lirik Lagu cozy republik_Republik Uyeah


                                                      Republik Uyeah

Dua musim datang silih berganti
Panas hujan dan ada pelangi
Semua cuma ada di republik ini, di sini

Semua yang tinggal di republik ini
Hidup santai dan ramah sekali
Apakah kamu semua menyadari indahnya

[*]
Ku senang sekali tinggal di sini
Tinggal di sini, republik uye
Senang sekali tinggal di sini
Tinggal di sini, republik uye
We're so happy tinggal di sini
Tinggal di sini, republik uye
Are you so happy tinggal disini
Di republik uyeee

Ceritakan itu semua pada dunia tentang
Negeri kita yang indah, republik uye
Uu, ye, ye, yeee
Datanglah kemari buktikan sendiri
Pasti, ku jamin semua
Uye, uye, uyeee
Uye, uye, uuyeee


                                                                                                                       by:cozy republik 

Minggu, 15 April 2012

Judul Lagu The Paps

Bagi yg pencinta lagu the paps ini satu dri yg lain lagu dri the paps yg menurut saya enak tuk di dengar,,
yang berjudul "SEMENTARA"
                                                      
                                                     SEMENTARA

Tak ada yang percuma!!
Bicara cinta itu bla bla bla…
Di balik semua yang terjadi tak ada satupun
Yang dapat membunuh jiwaku mati
Kadang ku lelah

Dan tak berdaya…
Tak tau harus berbuat apa
Tapi untuk saat ini

Aku memegang kendali
Biarkan suara hati menerbangkan diriku bebas melayang tinggi
Dengar apa yg ku katakan

Tanam dalam-dalam di hatimu
Bacalah tulisan di dahiku...
A - ku - tak - mau...

Aku tak mau jatuh cinta... Untuk sementara

Biar waktu...

Yang menjawab...
Semuanya...
Semuanya...
Semuanya...
Semuanya... aaaaaaaaaaaa
Ku tak mau jatuh cinta untuk sementara

Rabu, 11 April 2012

Lirik lagu tony q rastafara_Reggae dot com

Bagi pencita musik REGGAE ini ada satu lirik lagu reggae dari reggaeman indonesia yaitu
mas tony q yg berjudul "REGGAE DOT COM",,,
bagi yg ingin tau lirik lagu itt silakan liat di bawah sinih,,,,,

                                                   "REGGAE DOT COM"


Reggae gak harus gimbal
Gimbal gak slalu reggae
Reggae gak harus baganjo
Ganjo ga slalu reggae
Reggae musiknya ‘pecinta damai’ 

Gue ga doyan reggae
Tapi sangat gila menggaulinya
Gue gak suka reggae
Tapi sangat ‘gimbal’ menggilainya 

Setiap pagi mencuci otak ku
Setiap malam mengalir dalam darah
Setiap hari getarkan jiwa
Setiap saat gimbal di hati
Woyoo reggae uuyeee reggae 

Jarene sopo reggae orak penak
Jarene sopo reggae orak gayeng
Wong penak e koyo ngene rasane

Selasa, 10 April 2012

Profil Tony Q Rastafara



Nama lahir
Tony Waluyo Sukmoasih
Lahir
Nama lain
Tony Q
Genre
Pekerjaan
Instrumen
Tahun aktif
1989 - sekarang
Berhubungan dengan
Rastafara (1994-2000)
Dipengaruhi
Situs resmi
Tony Waluyo Sukmoasih (populer dengan nama Tony Q atau Tony Q Rastafara; lahir di Semarang, Jawa Tengah, 27 April 1961; umur 48 tahun) adalah seorang penyanyi Indonesia beraliran reggae yang telah aktif di ragam tersebut sejak tahun 1989. Dia bersama grup musiknya Rastafara mempopulerkan istilah "rambut gimbal" (gaya rambut dreadlock) di Indonesia lewat lagu dengan judul yang sama pada tahun 1996. Tony Q telah menjadi ikon musik reggae Indonesia. Dia dianggap sebagai pelopor reggae di Indonesia, karena dia tak hanya berkecimpung di ragam tersebut sejak lama, namun juga mengembangkan karakter musik reggaenya sendiri, dimana dia memasukkan banyak unsur tradisional Indonesia ke musiknya, dan mengangkat tema-tema khas Indonesia dalam musiknya.
Menurut wawancara dengan Tony Q di Radio Nederland Wereldomroep, sebelum terjun di musik reggae, dia pernah memainkan blues, rock, bahkan musik country. Tahun 1989 dia akhirnya memilih menekuni musik reggae yang menurutnya tidak bisa lepas dari kehidupan masyarakat. Tony Q mengaku sangat mengidolakan Bob Marley, almarhum musisi reggae kenamaan asal Jamaika.

Profil Bob Marley

Bob Marley
Nama lahir
Robert Nesta Marley
Lahir
Jamaika, 6 Februari 1845
Meninggal
Miami, Florida 11 Mei 1981
Genre
Reggae, Ska, Rocksteady
Pekerjaan
Penyanyi, Pencipta lagu, Musisi
Instrumen
Vokal, gitar, perkusi
Tahun aktif
1962 – 1981
Perusahaan rekaman
Studio one, Beverly's

Pasangan
Rita Marley
Situs resmi
Robert Nesta "Bob" Marley (lahir di Nine Mile, Saint Ann, Jamaika, 6 Februari 1945 – meninggal di Miami, Florida, Amerika Serikat, 11 Mei 1981 pada umur 36 tahun) adalah seorang penyanyi, pencipta lagu, dan musisi reggae berkebangsaan Jamaika. Bob Marley sampai saat ini dikenal di seluruh dunia sebagai musisi reggae yang paling tersohor dalam dunia musik reggae. Dia diakui perannya dalam mempopulerkan dan menyebarkan musik Jamaika dan Gerakan Rastafari ke seluruh dunia. [1]
Bob Marley adalah gitaris, vokalis, dan pencipta lagu dalam grup musik The Wailers (1964–1974) dan Bob Marley & The Wailers (1974–1981) yang beraliran ska, rocksteady dan reggae.
Ia mulai dikenal di dunia musik reggae pada tahun 1962. Album pertamanya ialah "The Wailing Wailers" dirilis tahun 1965 bersama The Wailers. Pada 1974 lagu "No Woman No Cry" menjadi populer di Jamaika dan negara-negara Amerika Serikat. Namun pada tahun 1977 ia mengidap penyakit kanker. Pada tahun 1980, Marley pingsan saat jogging di New York. Namun pada 1981 Marley meninggal dunia setelah mengalami kanker yang dideritanya selama empat tahun terakhir. Ia meninggalkan seorang istri dan 13 orang anak.

Sejarah Musik Reggae


Tahun 1968 banyak disebut sebagai tahun kelahiran musik reggae. Sebenarnya tidak ada kejadian khusus yang menjadi penanda awal muasalnya, kecuali peralihan selera musik masyarakat Jamaika dari Ska dan Rocsteady, yang sempat populer di kalangan muda pada paruh awal hingga akhir tahun 1960-an, pada irama musik baru yang bertempo lebih lambat : reggae. Boleh jadi hingar bingar dan tempo cepat Ska dan Rocksteady kurang mengena dengan kondisi sosial dan ekonomi di Jamaika yang sedang penuh tekanan.

Kata “reggae” diduga berasal dari pengucapan dalam logat Afrika dari kata “ragged” (gerak kagok–seperti hentak badan pada orang yang menari dengan iringan musik ska atau reggae). Irama musik reggae sendiri dipengaruhi elemen musik R&B yang lahir di New Orleans, Soul, Rock, ritmik Afro-Caribean (Calypso, Merengue, Rhumba) dan musik rakyat Jamaika yang disebut Mento, yang kaya dengan irama Afrika. Irama musik yang banyak dianggap menjadi pendahulu reggae adalah Ska dan Rocksteady, bentuk interpretasi musikal R&B yang berkembang di Jamaika yang sarat dengan pengaruh musik Afro-Amerika. Secara teknis dan musikal banyak eksplorasi yang dilakukan musisi Ska, diantaranya cara mengocok gitar secara terbalik (up-strokes), memberi tekanan nada pada nada lemah (syncopated) dan ketukan drum multi-ritmik yang kompleks.
Teknik para musisi Ska dan Rocsteady dalam memainkan alat musik, banyak ditirukan oleh musisi reggae. Namun tempo musiknya jauh lebih lambat dengan dentum bas dan rhythm guitar lebih menonjol. Karakter vokal biasanya berat dengan pola lagu seperti pepujian (chant), yang dipengaruhi pula irama tetabuhan, cara menyanyi dan mistik dari Rastafari. Tempo musik yang lebih lambat, pada saatnya mendukung penyampaian pesan melalui lirik lagu yang terkait dengan tradisi religi Rastafari dan permasalahan sosial politik humanistik dan universal.
Album “Catch A Fire” (1972) yang diluncurkan Bob Marley and The Wailers dengan cepat melambungkan reggae hingga ke luar Jamaika. Kepopuleran reggae di Amerika Serikat ditunjang pula oleh film The Harder They Come (1973) dan dimainkannya irama reggae oleh para pemusik kulit putih seperti Eric Clapton, Paul Simon, Lee ‘Scratch’ Perry dan UB40. Irama reggae pun kemudian mempengaruhi aliran-aliran musik pada dekade setelahnya, sebut saja varian reggae hip hop, reggae rock, blues, dan sebagainya.
Jamaika
Akar musikal reggae terkait erat dengan tanah yang melahirkannya: Jamaika. Saat ditemukan oleh Columbus pada abad ke-15, Jamaika adalah sebuah pulau yang dihuni oleh suku Indian Arawak. Nama Jamaika sendiri berasal dari kosa kata Arawak “xaymaca” yang berarti “pulau hutan dan air”. Kolonialisme Spanyol dan Inggris pada abad ke-16 memunahkan suku Arawak, yang kemudian digantikan oleh ribuan budak belian berkulit hitam dari daratan Afrika. Budak-budak tersebut dipekerjakan pada industri gula dan perkebunan yang bertebaran di sana. Sejarah kelam penindasan antar manusia pun dimulai dan berlangsung hingga lebih dari dua abad. Baru pada tahun 1838 praktek perbudakan dihapus, yang diikuti pula dengan melesunya perdagangan gula dunia.
Di tengah kerja berat dan ancaman penindasan, kaum budak Afrika memelihara keterikatan pada tanah kelahiran mereka dengan mempertahankan tradisi. Mereka mengisahkan kehidupan di Afrika dengan nyanyian (chant) dan bebunyian (drumming) sederhana. Interaksi dengan kaum majikan yang berasal dari Eropa pun membekaskan produk silang budaya yang akhirnya menjadi tradisi folk asli Jamaika. Bila komunitas kulit hitam di Amerika atau Eropa dengan cepat luntur identitas Afrika mereka, sebaliknya komunitas kulit hitam Jamaika masih merasakan kedekatan dengan tanah leluhur.
Sejarah gerakan penyadaran identitas kaum kulit hitam, yang kemudian bertemali erat dengan keberadaan musik reggae, mulai disemai pada awal abad ke-20. Adalah Marcus Mosiah Garvey, seorang pendeta dan aktivis kulit hitam Jamaika, yang melontarkan gagasan “Afrika untuk Bangsa Afrika…” dan menyerukan gerakan repatriasi (pemulangan kembali) masyarakat kulit hitam di luar Afrika. Pada tahun 1914, Garvey mendirikan Universal Negro Improvement Association (UNIA), gerakan sosio-religius yang dinilai sebagai gerakan kesadaran identitas baru bagi kaum kulit hitam.
Pada tahun 1916-1922, Garvey meninggalkan Jamaika untuk membangun markas UNIA di Harlem, New York. Konon sampai tahun 1922, UNIA memiliki lebih dari 7 juta orang pengikut. Antara tahun 1928-1930 Garvey kembali ke Jamaika dan terlibat dalam perjuangan politik kaum hitam dan pada tahun 1929 Garvey meramalkan datangnya seorang raja Afrika yang menandai pembebasan ras kulit hitam dari penindasan kaum Babylon (sebutan untuk pemerintah kolonial kulit putih—merujuk pada kisah kitab suci tentang kaum Babylon yang menindas bangsa Israel). Ketika Ras Tafari Makonnen dinobatkan sebagai raja Ethiopia di tahun 1930, yang bergelar HIM Haile Selassie I, para pengikut ajaran Garvey menganggap Ras Tafari sebagai sosok pembebas itu. Mereka juga menganggap Ethiopia sebagai Zion—tanah damai bak surga—bagi kaum kulit hitam di dalam maupun luar Afrika. Ajaran Garvey pun mewujud menjadi religi baru bernama Rastafari dengan Haile Selassie sebagai sosok yang di-tuhan-kan
Pada bulan April 1966, karena ancaman pertentangan sosial yang melibatkan kaum Rasta, pemerintah Jamaika mengundang HIM Haile Selassie I untuk berkunjung menjumpai penghayat Rastafari. Dia menyampaikan pesan menyediakan tanah di Ethiopia Selatan untuk repatriasi Rasta. Namun Haile Selassie juga menekankan perlunya Rasta untuk membebaskan Jamaika dari penindasan dan ketidak adilan dan menjadikan Rastafari sebagai jalan hidup, sebelum mereka eksodus ke Ethiopia.
Tahun-tahun setelahnya kredo gerakan tersebut makin tersebar luas, yakni “Bersatunya kemanusiaan adalah pesannya, musik adalah modus operandinya, perdamaian di bumi seperti halnya di surga (Zion) adalah tujuannya, memperjuangkan hak adalah caranya dan melenyapkan segala bentuk penindasan fisik dan mental adalah esensi perjuangannya.” Ketika Bob Marley menjadi pengikut Rastafari di tahun 1967 dan setahun kemudian disusul kelahiran reggae, maka modus operandi penyebaran ajaran Rastafari pun ditemukan: reggae!
Biography bob Marley atau bernama lengkap Robert nesta Marley
Terlahir dengan nama Robert Nesta Marley pada Februari 1945 di St. Ann, Jamaika, Bob Marley berayahkan seorang kulit putih dan ibu kulit hitam. Pada tahun 1950-an Bob beserta keluarganya pindah ke ibu kota Jamaika, Kingston. Di kota inilah obsesinya terhadap musik sebagai profesi menemukan pelampiasan. Waktu itu Bob Marley banyak mendengarkan musik R&B dan soul, yang kemudian hari menjadi inspirasi irama reggae, melalui siaran radio Amerika.
Selain itu di jalanan Kingston dia menikmati hentakan irama Ska dan Steadybeat dan kemudian mencoba memainkannya sendiri di studio-studio musik kecil di Kingston.
Bersama Peter McIntosh dan Bunny Livingston, Bob membentuk The Wailing Wailers yang mengeluarkan album perdana di tahun 1963 dengan hit “Simmer Down”. Lirik lagu mereka banyak berkisah tentang “rude bwai” (rude boy), anak-anak muda yang mencari identitas diri dengan menjadi berandalan di jalanan Kingston. The Wailing Wailers bubar pada pertengahan 1960-an dan sempat membuat penggagasnya patah arang hingga memutuskan untuk berkelana di Amerika.
Pada bulan April 1966 Bob kembali ke Jamaika, bertepatan dengan kunjungan HIM Haile Selassie I —raja Ethiopia– ke Jamaika untuk bertemu penganut Rastafari. Kharisma sang raja membawa Bob menjadi penghayat ajaran Rastafari pada tahun 1967, dan bersama The Wailer, band barunya yang dibentuk setahun kemudian bersama dua personil lawas Mc Intosh dan Livingston, dia menyuarakan nilai-nilai ajaran Rasta melalui reggae. Penganut Rastafari lantas menganggap Bob menjalankan peran profetik sebagaimana para nabi, menyebarkan inspirasi dan nilai Rasta melalui lagu-lagunya.
The Wailers bubar di tahun 1971, namun Bob segera membentuk band baru bernama Bob Marley and The Wailers. Tahun 1972 album Catch A Fire diluncurkan. Menyusul kemudian Burning (1973–berisi hits “Get Up, Stand Up” dan “ I Shot the Sheriff” yang dipopulerkan Eric Clapton), Natty Dread (1975), Rastaman Vibration (1976) dan Uprising (1981) yang makin memantapkan reggae sebagai musik mainstream dengan Bob Marley sebagai ikonnya.
Pada tahun 1978, Bob Marley menerima Medali Perdamaian dari PBB sebagai penghargaan atas upayanya mempromosikan perdamaian melalui lagu-lagunya. Sayang, kanker mengakhiri hidupnya pada 11 Mei 1981 saat usia 36 tahun di ranjang rumah sakit Miami, AS, seusai menggelar konser internasional di Jerman. Sang Nabi kaum Rasta telah berpulang, namun inspirasi humanistiknya tetap mengalun sepanjang zaman.